Senin, 16 Januari 2012

Using English In The Classroom


Sebagai pengajar bahasa Inggris sebaiknya kita membiasakan diri untuk selalu berbahasa Inggris di dalam kelas. Namun terkadang kita kebingungan mencari ekspresi-ekspresi yang komunikatif. Berikut ini saya coba tuliskan contoh ekspresi-ekspresi dan juga instruksi yang biasa dipakai pengajar di dalam kelas bahasa Inggris.

  • Expression based on these situations:

a.    You are checking attendance
  -Who’s absent today?
  -Is anyone absent?
  -Where’s Sarah today?
  -Where were you yesterday, Chiko?

b.    You are about to begin a new lesson in the book.
  -Today we’re going to begin Lesson 5.
  -Turn to Lesson 5 in your books.
  -Today we’re going to practise…
  -In this lesson,we’re going to read about…

c.    The class have done some homework.
   1.You are going through the answers together.
      -What’s the answer to number 1?
      -What about the next one?
      -Has anyone got a different answer?
      -Is that correct?
   2.You want the students to correct each other’s work.
      -Everybody,change books.
      -Give your book to the person next to you.
   3.You want to know how many had the correct answer.
      -Who had the correct answer?
      -Who got it right?

d.     A student is not paying attention.
   -Nadia,what are you doing?
   -Stop talking at the back!
   -Mona,are you listening?

e.     The bell rings for the end of the lesson.
  -That’s all for today.
  -That’s the end of the lesson.
  -It’s time to stop now.
  -Please finish the exercise for homework.
  -Goodbye,everyone.

                  Sumber pustaka : Teach English by Adrian Doff

  • Berikut ini 10 instruksi yang bisa dipakai di dalam kelas:
1.    Get your books and pencils out.
2.    Pick your pencils up.
3.    Move the tables back.
4.    Turn your chairs round to face the wall chart.
5.    Put all your things away.
6.    Close the window beside you.
7.    Put your pencils down.
8.    Turn back to face the front.
9.    Leave these tables here.
10.  Leave the windows open.

Sumber pustaka : English For Primary Teachers by Mary Slattery & Jane Wiilis

Senin, 07 November 2011

Teaching Tips “Writing Descriptive Text” for Teenagers

Mengajak anak-anak untuk menulis karangan adalah kegiatan yg sangat menantang. Guru diharapkan  bisa  mengajak anak-anak untuk kreatif dlm mengolah kalimat agar tulisan mereka menarik untuk dibaca. Kegiatan menulis semakin menantang lagi jika karangan itu ditulis dalam bahasa Inggris.

-    Berikut ini saya ingin berbagi Teaching
Tips dlm menulis ‘Descriptive Text’  :

1. Guru perlu terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai apa itu “Descriptive Text”
What is a descriptive text ?
Descriptive text is used to describe a particular person, place, or thing.
Jadi teks deskripsi digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri khusus dari seseorang, benda, atau tempat.

2. Berikan contoh karangan deskriptif yg menggambarkan seseorang yg menarik bagi mereka. Contohnya:

                    Justin Bieber

        Justin Drew Bieber is a Canadian pop R&B  singer. He is multitalented young artist. He can singing, dancing, playing musical instruments and  writing song lyrics.
         He is tall and handsome. His hair is blonde. His haircut become so popular. His dance performance is as good as his voice. He is the teen star idol. Many teenager around the world become Bieber Fever.

3.  Guru dapat pula menyertakan  gambar dari orang yg akan dideskripsikan. (Gambar bisa didpt dr majalah/poster/internet)



4.  Buat list/daftar kata yg bisa mereka gunakan untuk membuat karangan deskriptif dlm menggambarkan seseorang.


5.  Berikan tugas menulis karangan deskriptif dgn tema yg menarik seperti : “Describe a celebrity that you admire”

Selasa, 01 November 2011

Seminar International “Asian Policy, Practice, and Research in Technology Transformed Learning (APPRITTL) 2011”


Teknologi telah membawa perubahan besar pada segala segi kehidupan manusia. Segala kecanggihan teknologi dan penemuan-penemuan baru di bidang ini membawa kita memasuki masa ‘Digital Age’. Namun kita tidak sepenuhnya mengetahui kemajuan penggunaan teknologi pada bidang  pendidikan. Juga sejauh mana perkembangan teknologi pendidikan ini berperan dalam peningkatan kualitas belajar mengajar.
1 Oktober 2011 lalu bertepat di UHAMKA Pasar Rebo digelar seminar Internasional “Asian Policy, Practice, and Research in Technology Transformed Learning (APPRITTL) 2011” yg menghadirkan  pembicara-pembicara kompeten dari Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, Singapura dan Indonesia. Pembicara kunci adalah Prof. Dr. Romy Zowksy, pakar teknologi dan informasi dari Syracuse University Amerika dan Prof. Riichiro Mizoguchi dari Osaka University, Jepang. Seminar ini  mengupas habis tema seputar perkembangan Teknologi Pendidikan.
Menjelang siang peserta seminar diharuskan memilih satu topik dari 4 topik menarik yg disediakan panitia : 1.Active Learning & ICT, 2.Learning Resource Centre & ICT, 3.ICT for Teacher Professional Development, 4.Succes Story on the Use of ICT in Education.
Saya memilih topik “ICT for Teacher Professional Development“ di ruang C. Topik ini sangat menarik bagi saya karena saya ingin tahu bagaimana pemanfaatan ICT di kelas dan pengaruh penguasaan ICT pada profesionalisme seorang guru.
Sajian terkait ICT disajikan menarik oleh masing-masing pembicara ahli yaitu : Itje Khodijah, MA., Michael Kelley,PhD, Dr Santi C. Djohar & Sunarsih, dan Hari Aulia.
Dari seminar ini saya berkesimpulan bahwa kemampuan seorang guru menguasai ICT memang diperlukan khususnya bagi seorang guru Bahasa Inggris. Misalnya: seorang guru harus mengerti penggunaan Lab Bahasa & memaksimalkan pemakaiannya untuk pembelajaran bahasa. Selain itu guru harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Guru juga harus  terus berusaha mencari formula kreatif agar siswa antusias belajar dan paham dengan materi yg diajarkan. Karena percuma saja bila  sekolah menyediakan fasilitas teknologi yg serba ‘uptodate’ tapi guru tidak paham penggunaannya ataupun penggunaannya  tidak berdampak baik untuk pembelajaran di sekolah.

Keramahan khas British Embassy Jakarta


              Siapa yg menyangka saya bisa mendapat undangan untuk datang ke  British Embassy Jakarta (16/9/2011). Kuis London 2012 Paralympic Games-lah yg membawa saya ke British Embassy Jakarta dimana saya juga bertemu pemenang lainnya. Walau saya sempat bingung karena saya tidak tahu lokasi British Embassy Jakarta disebelah mana tepatnya. Setelah saya cari di Google ternyata letaknya tidak jauh dari Wisma Nusantara, tempat syuting “Apa Kabar Indonesia” TV One. 
 
Jumat pagi itu kami disambut begitu ramah oleh staf-staf kedutaan. Hidangan teh lemon dan kue-kue nan lezat menambah hangat pertemuan kami untuk pertama kalinya di British Embassy Jakarta. Suasana keakraban semakin terasa setelah Wakil Dubes Inggris Rebecca Razavi datang memberi kata sambutan & menjelaskan ttg event “Olympic & Paralympic Games” yg akan diadakan di London 2012 nanti. Selama ini kita pasti familiar dgn “Olympic Games” tapi tidak dgn “Paralympic Games” yg merupakan olimpiade khusus untuk para penyandang cacat beprestasi dlm bidang Olahraga.

 Ibu Rebecca Razavi yg sangat cantik ini juga memberikan kami kesempatan untuk sharing banyak hal mengenai hubungan kedua negara Indonesia-Inggris. Sayang sekali waktu yg diberikan tidak banyak tapi kami sangat bahagia bisa diberi kesempatan untuk berfoto bersama ibu Rebecca Razavi. Dan tentunya kami membawa pulang hadiah souvenir dr British Embassy Jakarta & juga kenangan akan keramahan British Embassy Jakarta. See you in London someday…

Note : Liputan event ini bisa dilihat di web kedutaan Inggris juga lo :  Paralympics Games

Unjuk Bakat Seni Anak-anak Sanggar Anak Matahari (SAM) Bekasi

Anak-anak Indonesia dari latar belakang apapun pasti memiliki bakat berharga yg ketika diasah akan semakin memperlihatkan prestasi unggulnya. Tidak terkecuali bagi anak-anak di Sanggar Anak Matahari (SAM) Bekasi, yg umumnya mereka berasal dari keluarga tidak mampu bahkan mendapatkan cap anak jalanan didaerah pinggiran rel stasiun Bekasi.
 Sanggar Anak Matahari (SAM) Bekasi telah mendapatkan banyak penghargaan atas bakat dan kreatifitas mereka. Apalagi pembina mereka adalah dua orang yg sangat mencintai dunia budaya & seni yaitu Andi Suhandi (peraih penghargaan "The Young Hero" dari Kick Andy) dan Nadiah Abidin (penulis & dosen). Sehingga menjadi satu hal yg menyenangkan bagi saya bisa melihat langsung  bakat anak-anak dalam serangkaian lomba yg diadakan pada hari Minggu 11 September 2011 lalu.
Bakat  yg dilombakan adalah lomba puisi, sulap, serta menyanyi kategori anak kecil dan besar. Masing-masing anak begitu antusias memperlihatkan kemampuan mereka. Walau masih ada anak yg terlihat malu-malu, ada yg lupa teks tapi secara keseluruhan mereka mempunyai rasa percaya diri yg tinggi. Saya sebagai salah satu juri sempat bingung juga memilih siapa yg terbaik. Pada akhirnya berdasarkan penilaian juri ditentukanlah pemenang lomba kali ini:
a. Puisi : juara 1 Erna, juara 2 Anis, juara 3 Nur.
b. Sulap : juara 1 Adam, juara 2 Reza, juara 3 Jaiz
c. Menyanyi : juara 1 Fauzi, juara 2 Marsel, juara 3 Umi (anak kecil) dan juara 1 Jaiz, juara 2 Tasya, juara 3 Iwan (anak besar)
Para juara mendapatkan hadiah yg lucu-lucu dari Pembina mereka. Wajah anak-anak yg menang dan yg kalah terlihat sama-sama penuh riang gembira. Tetaplah bersemangat mengasah bakatmu adik-adikku walau hidup dalam keterbatasan. Semangaaat!!!
Catatan: Bagi yg ingin tahu lebih banyak mengenai Sanggar Anak Matahari (SAM) Bekasi bisa klik FB-nya di: Sanggar Anak Matahari Saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan finansial untuk pembangunan tempat sanggar yg lebih nyaman bagi anak-anak untuk tinggal dan berkreatifitas.

Mari Belajar “Global Citizenship Education” sejak dini

Di Indonesia materi pembelajaran terkait dengan “Global Citizenship Education” (GCE) / Pendidikan Kewarganegaraan Global masing asing terdengar. Selama ini kita hanya mengenal Pendidikan Kewarganegaraan pada kurikulum pendidikan kita.  Dibeberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada sudah memasukkan “Global Citizenship Education” (GCE) / Pendidikan Kewarganegaraan Global dalam kurikulum pendidikannya.
Saya sendiri baru mengetahui & memahami apa itu GCE setelah mendapat pelatihan terkait GCE di Good Neigbors Internasional (GNI) / Gugah Nurani Indonesia (salah satu NGO asal Korea). Setelah mendapat pelatihan, saya dan pengajar lain (Ms. Irene, Ms. Nani & Ms. Ratih) diminta untuk menyampaikan materi GCE kepada anak-anak usia sekolah.
Tepatnya sekitar bulan Juni 2011 lalu saya bersama teman-teman di GNI turut serta memberikan advokasi seputar Global Citizenship Education (GCE) /Pendidikan Kewarganegaraan Global kepada anak-anak SMP di Jambore Penabur, Cibubur.
Salah satu kampanye GCE adalah program “One Heart” yg memberikan pemahaman bahwa mereka (anak-anak) adalah bagian dari warga negara global yg mempunyai peran untuk membuat kondisi dunia lebih baik lagi.
Setelah kampanye GCE ini selesai diharapkan mereka dapat belajar menghargai perbedaan yg ada. Mereka juga diharapkan mempunyai rasa kepedulian  kpd teman-temannya di negara lain yg mengalami kesusahan & ketidakadilan.
Untuk lebih mendekatkan mereka dengan kenyataan yg ada ditampilkan slide-slide berisi gambaran nyata krisis air bersih yg menimpa Afrika, perbudakan anak, kasus buta huruf, putus sekolah, kemiskinan, kelaparan, krisis kesehatan, korban peperangan yg menimpa anak-anak di dunia.
 Anak-anak juga diperkenalkan secara singkat apa itu MDG’s (Millenium Development Goals). Mereka juga belajar dari kisah perjuangan seorang  gadis cilik bernama Alexandra asal Amerika Serikat yg menderita kanker otak. Walau penyakit kanker menggerogoti hidupnya, Alex tetap bersemangat mengumpulkan dana untuk teman-teman pengidap kanker lainnya dengan berjualan es lemon.
Penjelasan-penjelasan yg dihadirkan cukup menyentuh anak-anak. Games-games seru terkait tema “Global Citizenship Education-One Heart” menambah rasa antusias mereka. Diakhir sesi mereka pun membuat janji yg dapat memotivasi mereka untuk berperilaku bijak dlm hidup. Kelak semoga anak-anak ini  tumbuh menjadi generasi penerus Indonesia yang lebih manusiawi, lebih peduli pada keadaan sekitar terutama pada kesusahan & ketidakadilan yg menimpa teman-teman mereka di Indonesia dan di dunia global.

Kamis, 21 April 2011

Mahasiswa Era Digital Harus Mampu Beropini di Koran

                                             
Menjadi mahasiswa adalah fase penting bagi seorang intelektual terdidik untuk berpikir kritis dan analitis. Sayang sekali jika fase berharga ini dilewati biasa-biasa saja tanpa ada rekam jejak dalam tulisan ilmiah yang mencerahkan. Seorang mahasiswa diharapkan tidak hanya meninggal jejak pemikiran analitis mereka dalam tugas akhir saja tapi juga melalui karya-karya tulis lainnya. Salah satunya adalah dengan menulis Opini di media cetak seperti Koran. Koran merupakan media rakyat yang dibaca banyak kalangan mulai dari tukang ojek sampai pemilik pabrik. Isu-isu terbaru yang terjadi di dunia internasional maupun nasional tersampaikan dengan cepat ke banyak kalangan.

Telah lama Koran memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbicara banyak mengenai suatu permasalahan yg muncul dari sudut pandang mahasiswa. Di masa peralihan orde lama ke orde baru kita pasti mengenal sosok Soe Hok Gie, mahasiswa yang begitu lantang mengkritisi pemerintahan saat itu di Koran. Saat inipun media cetak terkenal seperti Kompas juga masih memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menulis di Koran Kompas Kampus yang hadir setiap Selasa. Media cetak lainnya adalah Koran Seputar Indonesia (Sindo) yang juga memberikan porsi khusus untuk mahasiswa beropini. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah “Masih berminatkah mahasiswa menulis Opini di Koran ditengah serbuan teknologi digital ?”

Minat Membaca dan Menulis Mahasiswa di Era Digital

Internet sebagai bagian Era Digital telah menjelma menjadi perpustakaan besar tanpa batas. Sebagian besar mahasiswa berpikir tak perlu repot lagi mencari bahan tugas kuliah di perpustakaan karena dengan koneksi internet bahan-bahan yang mereka cari bisa segera didapat. Namun kemudahan ini melahirkan budaya malas membaca lebih dalam suatu sumber pustaka.  Padahal jika kita membaca buku maka kita akan mendapatkan gambaran utuh suatu pemikiran para ahli. Sedangkan jika hanya mengandalkan sumber-sumber di internet bisa jadi kita melewatkan esensi penting dari topik yang kita cari.

Lalu bagaimana dengan kemampuan menulis mahasiswa di era digital ini? Dengan menjamurnya social networking di internet seperti facebook,twitter dan blog akan sangat mungkin semakin banyak mahasiswa giat menulis. Namun kebanyakan tulisan mereka sekadar “Just for fun”. Belum begitu banyak mahasiswa yang sepenuhnya tertarik untuk menulis Opini di Koran. Padahal kalau kita menengok kedalam kelas-kelas di kampus kita akan menemukan banyak mahasiswa yang begitu kritis ketika diskusi kelas dan presentasi kelompok berlangsung. Sayang rasanya jika mahasiswa yang aktif dan partisipatif ini tidak menuliskan gagasan dan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan.

Bangsa ini memang lebih dikenal dengan budaya lisannya daripada budaya menulisnya sehingga jangan aneh kalau mahasiswa Indonesia belum sepenuhnya mampu menulis dengan baik. Ini ditunjukkan dengan jumlah publikasi jurnah ilmiah di Indonesia yg dinilai masih sangat rendah yaitu berada di peringkat 92 dibawah Malaysia, Nigeria dan Thailand (Alwasilah,2000). Seharusnya kita segera mengubah pandangan tadi karena sudah saatnya mahasiswa Indonesia menajamkan pemikiran dan penanya agar bangsa Indonesia mampu bersaing secara cerdas era digital ini dengan negara lainnya.

Ketika Semangat Menulis Opini Muncul

Apa yang kemudian bisa kita lakukan jika kita sadar kita tidak terampil menulis tetapi ingin banyak orang mengetahui pemikiran kita melalui kolom Opini? Berikut langkah-langkah yang bisa kita ambil:
-          Carilah seseorang yang bisa dijadikan mentor menulis. Misalnya jika kita memiliki teman di Fakultas Komunikasi yang mengambil mata kuliah terkait Jurnalistik Media maka  akan sangat membantu kita dalam membuat Opini dengan bahasa jurnalistik khas Koran.
-          Daftarkan diri dalam workshop/kelas menulis yang biasanya diselenggarakan oleh beberapa lembaga kepenulisan atau bahkan dari media cetak itu sendiri.
-          Pertajam tulisan dengan banyak membaca ragam Opini di Koran dan membaca sumber pustaka terkait masalah yang ingin kita tuliskan.
-         Jangan pernah bosan untuk menulis karena untuk menghasilkan tulisan yang dalam dan menggugah pemikiran orang tidak bisa didapat hanya dengan menulis satu dua kali saja.
-          Terbukalah pada kritik dan saran dari orang lain untuk memperkaya gaya penulisan kita.

“Ikatlah Ilmu dengan Tulisan”

Imam Ali pernah meriwayatkan “Ikatlah Ilmu dengan Tulisan”. Dari pernyataan ini kita belajar betapa mubazirnya jika ilmu yang kita miliki menguap begitu saja tanpa pernah kita bagikan dalam bentuk tulisan. Jadi mulai sekarang mari kita kembali belajar menulis secara benar sesuai kaidah-kaidah bahasa Jurnalistik agar Opini kita bisa menembus media cetak. Tidak hanya itu dengan menulis Opini mahasiswa diharapkan juga dapat memberikan solusi yang konstruktif, kreatif dan inspiratif sehingga dapat membuka pikiran dan menggerakkan banyak orang untuk menjadi lebih bijak memandang permasalahan. (Sumber foto:Corbis.com)


 Sumber referensi:
file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS.../maka_menulis.pdf

Senin, 07 Maret 2011

Buku Antologi Puisi Penulis Lepas

Assalamualaikum!

Kabar gembira bagi para pecinta sastra dan bagi teman-teman yg mungkin lagi cari buku puisi tuk koleksi/tuk kado. Yap, alhamdulillah telah terbit buku Antologi Puisi Penulis Lepas yang ditulis penyair-penyair seluruh Nusantara (salah satunya adalah saya hehehe).

Puisi saya yang masuk di Antologi Puisi Penulis Lepas berjudul "Manusia Faraday". "Manusia Faraday" adalah puisi mengenai manusia biasa yg berubah krn ketenaran & kegilaan hidup. Ia kemudian menjelma menjadi sosok yg tak lg peduli pada sekitarnya. Sampai satu saat ia menyadari bahwa aliran listrik cinta yg membawa kebahagiaan mengalir deras di keluarganya.

Tertarik untuk membaca puisi-puisi lainnya? Okey, bagi yang tertarik tuk beli buku Antologi Puisi ini hubungi Fitta ya!

Thank You.

Liputan Pesta Penulis 2011 dan Launching Antologi Puisi Penulis Lepas


Tanggal 26 Februari 2011 lalu saya diundang untuk menghadiri Pesta Penulis 2011 sekaligus launching  buku Antologi Puisi Penulis Lepas  di Gedung Telkom Jakarta Barat.  Kebetulan saya adalah salah satu penulis kontributor di Buku Antologi Puisi Penulis Lepas tsb. Buku Antologi Puisi Penulis Lepas ini ditulis oleh penyair-penyair seluruh Nusantara.

Pesta Penulis 2011 dihadiri lebih dari 100 peserta dan sejumlah utusan dari penerbit, media cetak plus online. Tokoh kepenulisan yang hadir menjadi pembicara adalah Ning Harmanto (penulis best seller buku-buku kesehatan),Ligwina Hananto (Perencana Keuangan & penulis buku Keuangan),Adhitya Mulya (penulis novel Jomblo) dan Ali Muakhir (penulis buku cerita anak yg super produktif ). Talkshow  berlangsung sangat menarik sekali dimana tiap pembicara sharing mengenai proses kreatif menulisnya & berbagi tips pemasaran buku-buku mereka.

Launching  buku Antologi Puisi Penulis Lepas digelar pada  sore harinya. Saya didaulat untuk membawakan puisi saya yg berjudul "Manusia Faraday" oleh mas Epri Tsaqip koordinator proyek puisi ini. Sebenarnya saya itu tidak terlalu jago untuk urusan baca puisi, saya lebih senang menulis puisi. Kontributor Antologi Puisi Penulis Lepas yg juga turut membacakan karyanya adalah penyair Hasan Bisri BFC .Wah beliau sangat bagus penghayatannya dlm membawakan puisi beliau yg berjudul "Di Jabar Tsur". Ah, rasanya senang sekali bisa satu panggung dengan penyair senior. Selain saya dan mas Hasan Bisri BFC juga hadir kontributor lainnya yaitu mba Dina Octaviana,mba Mirna Sariningsih dan Mas Arfan Winasis.

Hari itu saya pulang dengan rasa sangat bahagia karena bisa bertemu banyak teman yang menyukai dunia tulis menulis dan juga mendapat teman baru disana. Terima kasih untuk panitia acara Pesta Penulis 2011,mas Jonru founder PenulisLepas.com dan mas Epri Tsaqip atas segala kerja kerasnya untuk mewujudkan acara ini.

Minggu, 13 Juni 2010

Siapa Berani Membuat Web Edukasi Interaktif Untuk Anak Indonesia?


Pada awalnya sekitar 3 bulan lalu saya bermaksud mencari bahan penelitian mengenai pengaruh negatif dunia online terhadap anak dan upaya pencegahannya. Dari informasi yang saya dapatkan bisa diambil kesimpulan bahwa kita perlu juga memberikan perhatian akan keberadaan website khusus untuk anak-anak. Saya pun mencoba mencari web-web dalam negri yang khusus diperuntukkan untuk anak-anak. Hasilnya, saya hanya menemukan beberapa web saja itupun tampilan webnya masih biasa sekali dan sangat tidak interaktif.
Coba kita bandingkan dengan web-web dari luar negri yang menyajikan begitu banyak variasi website untuk anak. Mostly, website untuk anak yang sarat dengan muatan edukasi ini merupakan web buatan US dan UK dengan bahasa penyajiannya bahasa Inggris tentunya. Jujur saya iri sekaligus salut dengan kepedulian orang luar negri terhadap pendidikan anak-anak sehingga merekapun benar-benar total menyajikan web edukasi yang kaya pengetahuan.
Hey, lalu kenapa di Indonesia tidak ada web edukasi yang interaktif dan kreatif untuk anak-anak Indonesia ? Padahal sepengetahuan saya ahli-ahli bidang IT di Indonesia tidak kalah dengan ahli IT luar negri. Apalagi sudah banyak juga web programmer,web designer handal yang sudah go internasional. Umm apakah mungkin mereka terlalu asyik dengan proyek-proyek komersial mereka? Well,padahal membangun web edukasi (yang merupakan investasi berharga bagi dunia pendidikan dan perkembangan anak kedepan) dapat pula menghasilkan keuntungan finansial bila dikelola secara baik. Walau poin utama tetap konsisten untuk mendidik dan memberi pengetahuan pada anak-anak.   Oke sambil menunggu perkembangan website edukasi untuk anak Indonesia lebih lanjut kita bisa kunjungi website-website anak buatan luar negri sebagai bahan referensi. Karena siapa tahu saja mungkin ada pembaca yang tertarik ingin membangun website edukasi untuk anak Indonesia. Ayo siapa berani ambil tantangan ini?
BBC yang merupakan stasiun berita terbesar di Inggris dan juga dunia ternyata mempunyai kepedulian besar pada dunia pendidikan anak. Salah satunya dengan adanya saluran TV Cbeebies yang diperuntukkan bagi anak-anak usia preschool dan sekolah dasar. Website Cbeebies pun menarik untuk dikunjungi anak karena tampilan halaman depan website sangat interaktif dan mudah bagi anak-anak  memilih kegiatan seru seperti: Play Game,Song Time,Make & Color,Story Time,Watch & Listen.
Dari nama web ini sudah terbaca bahwa web ini mengajak anak-anak belajar menghargai alam sekitar dan mengajak anak-anak untuk menjaga dan menyelamatkan bumi. Menurut saya web ini sangat menarik karena gambar yang menjadi background web adalah lukisan anak-anak bertema alam. Saya yakin anak-anak akan semakin cinta bumi setelah mengunjungi web ini apalagi alunan lagu tentang Bumi “Promise Song” di web ini sangat bagus “The earth as my home I promise to keep it,…”
Web ini sangat menarik untuk dikunjungi anak-anak karena disini anak bisa bermain sambil mengenal Islam. Begitu banyak edugames seperti picture puzzle,wordsearch puzzles,Islamic Quiz yang berhubungan dengan dunia Islam.
Dihalaman web depan kita akan disambut oleh dua karakter kartun hewan lucu bernama Boowa dan Kwala. Menurut saya sajian animasi di web ini sangat-sangat brillian. I Love It! Keren banget penyajian menu-menu interaktifnya. Saya paling suka menu “94 Song”. Disini kita akan menemukan sekitar 94 lagu dengan melodi riang khas anak-anak dengan lirik yang lucu-lucu.  
Anak-anak pasti ingin merasakan petualangan ke luar angkasa raya. Web ini menyajikan banyak pengetahuan tentang perjalanan luar angkasa. Sangatlah seru bisa melihat bagaimana kondisi luar angkasa dan juga melihat para astronot bersiap-siap ke bulan. Permainan seru seputar dunia antariksa di NASA pun bisa sangat menghibur dan menambah pengetahuan anak mengenai dunia antariksa.