Selasa, 06 Oktober 2009

"PARADE SASTRA ANAK NEGERI"


Dalam Rangka Menyambut Milad FLP Bekasi
dan Memperingati Hari Sumpah Pemuda

FLP Bekasi mengadakan:

Lomba membaca dan menulis puisi bagi pelajar SMU/Sederajat,mahasiswa & umum se-Bekasi dan Karawang, Talkshow HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual ) & Bakti Sosial.

Hari : Minggu, 11 Oktober 2009
Pukul : 07.00 Sd. Selesai
Tempat : UNISMA Bekasi Sanggar Anak Negeri


KRITERIA LOMBA PUISI :

-Tema : Pemuda Merah Putih

-Untuk lomba menulis puisi

karya harus asli ciptaan sendiri

-Kirimkan naskah ke :

lombapuisiflpbks@ yahoo.com

-Batas pengiriman naskah 8 Oktober’09

Biaya Pendaftaran : Rp 15.000,00

HADIAH :

Trophy dari Walikota Bekasi &

Uang Tunai


Talkshow HAKI (Untuk Umum)

Bersama Narasumber :

1.Santun Maspari Siregar SH, MH.

Ahli HAKI

2.Izzatul Jannah

Penulis Buku “ Padang Seribu

Malaikat ”
3.Afifah Afra
CEO Afra Publishing

HTM : Rp 20.000,00

(Gratis bagi peserta lomba puisi)

Fasilitas : Sertifikat, Snack &

Doorprize Menarik dari sponsor.


INFORMASI PENDAFTARAN
- Vira ( 021-94413110 )
- Nur ( 085221431311 )

Jumat, 25 September 2009

Semangat Edensor Menaklukkan Cambridge University




Sebelumnya dibenak saya tidak pernah ada rencana untuk sekolah di luar negri. “Duh, kuliah didalam negri aja biayanya selangit apalagi sekolah diluar negri! Gak sangguup” batin saya. Apalagi pasca badai krisis ekonomi dunia awal 2009 lalu yang menghasilkan banyak pengangguran baru. Sayapun jadi semakin pesimis saja untuk sekolah di luar negri. Syukurlah di tengah-tengah badai pesimisme yang melanda diri saya dan mungkin sebagian rakyat Indonesia masih berlangsung euforia Laskar Pelangi. Laskar Pelangi adalah judul sebuah novel karya Andrea Hirata ( lulusan S2 Sheffield Hallam University, Inggris ) yang sarat akan kisah inspiratif akan kegigihan mengejar mimpi dan cita-cita anak-anak dari kepulauan Belitong. Film Laskar Pelangi pun menjadi film yang wajib ditonton semua orang khususnya bagi para pendidik di Indonesia. Novel penggugah semangat ini terbit dalam seri tetralogi dan salah satu seri novelnya yang sangat saya sukai adalah Edensor. Setelah membaca Edensor saya merasakan gelombang semangat begitu besar menerpa jiwa saya. Kegigihan maksimal Ikal mengejar cita-citanya belajar di Eropa telah mengusik sisi hidup saya yang terlalu standar. Saya pun bermimpi bisa menuntut ilmu di negara Inggris seperti Ikal.

Ah, tapi kapan ya saya bisa pergi belajar ke Inggris?
Sejujurnya banyak hal yang membuat saya tertarik belajar ke Inggris dan salah satunya adalah karena saya ingin mendengar langsung aksen orang Inggris/British bercakap-cakap. Aksen British mereka itu sangat menggemaskan di telinga. Saya sering sekali mempraktekkan aksen British saat berbicara dan saat menyanyikan lagu-lagu Brit-Pop milik Spice Girls, Suede, Coldplay dan Lily Allen.
Seandainya saya mendapatkan kesempatan belajar ke Inggris saya ingin sekali masuk Cambridge University dan mengambil studi yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris.

Cambridge University adalah salah satu universitas tertua keempat di Eropa. Tahun ini saja Cambridge University berusia 800 tahun ( 1209 -2009 ). Cambridge University memiliki penerbitan tertua di dunia yaitu Cambridge University Press yang telah menerbitkan buku-buku bermutu keseluruh dunia. Selain itu kalau saya beruntung mungkin saja saya bisa bertemu dengan Professor Jack C. Richards di Cambridge University Press. Saya sudah menyukai tulisan-tulisan Professor Jack C. Richards sejak saya SMP kelas 1 melalui buku panduan berbahasa Inggris yang sangat laris manis dipakai lembaga-lembaga bahasa asing di Indonesia yaitu “Interchange”. Saya sangat suka dengan bukunya yang menyajikan metode belajar bahasa Inggris secara menarik dilengkapi dengan gambar-gambar yang kocak. Kini diusianya yang tak lagi muda Professor Jack C. Richards masih produktif menulis banyak buku terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris. Salah satu buku beliau yang sedang saya coba tuntaskan adalah buku berjudul “Professional Development for Language Teachers (with Tom Farrell)”, terbitan Cambridge University Press tahun 2005. Buku “Professional Development for Language Teachers” ini sangat bagus menjadi buku pedoman para pengajar bahasa Inggris dimanapun berada.


Saya juga berkeinginan bisa mewawancarai Professor Jack C. Richards untuk membahas proses pembuatan buku-buku bagusnya dan mengenai penelitiannya di bidang linguistik & pengajaran bahasa Inggris. Siapa tahu saya bisa diajak turut serta di proyek-proyek penelitian berikutnya he..he..he.. Tapi sebal juga rasanya kenapa baru sekarang terpikir untuk belajar ke Inggris. Eits, tapi tak ada kata terlambat untuk mewujudkan cita-cita bukan? Yap, saya pun mulai melakukan perburuan mencari beasiswa ke Inggris. Walau saya sempat putus asa melihat peluang beasiswa program Chevening Scholarships and Fellowships yang diadakan British Council diberikan hanya bagi yang bergelar Sarjana Strata Satu, sedangkan saya baru Diploma Tiga Bahasa Inggris. Well, saya pun bertekad untuk meneruskan kuliah S1 saya. Alhamdulillah bulan Oktober 2009 ini saya mulai kuliah lagi di Universitas UHAMKA Jakarta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemungkinan masa kuliah S1 Intensif saya akan memakan waktu 3 semester. Rasanya lumayan lama juga kalau harus menunggu S1 selesai. Sayapun mencari beasiswa alternatif dari konferensi internasional yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris. Salah satunya adalah konferensi Internasional yang diadakan IATEFL ( International Association of Teachers of English as a Foreign Language ) di Harrogate, Inggris tahun 2010 nanti. IATEFL menawarkan beberapa beasiswa dan saya tertarik mengajukan diri untuk THE FRANK BELL IATEFL SCHOLARSHIP. Persyaratannya tidak terlalu sulit, saya hanya diharuskan membuat artikel berbahasa Inggris yang berisi penjelasan singkat mengenai diri saya, proyek-proyek apa saja yang ingin saya lakukan dimasa mendatang & sejauh mana konferensi IATEFL bisa bermanfaat bagi saya. Berhubung writing skill saya belum begitu bagus sayapun meminta bantuan mbak April, teman saya yang sudah sangat terbiasa menulis bahasa Inggris untuk mengedit tata bahasa saya. Pengumuman pemenang beasiswa THE FRANK BELL IATEFL SCHOLARSHIP akan diumumkan akhir Oktober 2009 ini. Saya jelas sangat menunggu sekali kabar baik dari panitia konferensi IATEFL. Doakan saya ya teman-teman!

Seandainya saya mendapatkan beasiswa dari IATEFL dan bisa menghadiri konferensi IATEFL di Harrogate Inggris saya pasti akan menegak sari pati konferensi sampai tuntas. Saya benar-benar sangat tertarik dengan perkembangan pengajaran Bahasa Inggris saat ini dan ingin melihat langsung antusias para pengajar bahasa Inggris seluruh dunia dengan spesialisasinya pengajarannya. Saya juga sangat antusias dengan proyek-proyek penelitian yang berhubungan dengan peran multimedia untuk pengajaran bahasa Inggris. Saya berkeinginan bisa mahir mendesain materi pengajaran Bahasa Inggris dengan multimedia. Inspirasi terbesar saya saat ini adalah website British Council pada channel LearnEnglish dan juga BBC-Schools. Ah, betapa saya sangat penasaran dengan orang-orang kreatif dibalik layar kedua sumber ini.


Nah sekarang sambil menunggu pengumuman dari IATEFL akhir Oktober nanti saya sedang rajin-rajinnya melatih diri untuk menulis jurnal ilmiah dalam bahasa Inggris. Beberapa buku mengenai Academic Writing saya pinjam dari Library@Senayan dan sesekali saya mengunjungi website Asian EFL Journal untuk mengunduh jurnal-jurnal ilmiah yang bagus & berbobot. Wuiih saya pun mendadak langsung berkhayal suatu saat nanti tulisan-tulisan saya akan menghiasi jurnal-jurnal ilmiah dunia seperti Oxford Journals, Asian EFL Journal atau Linguistics Journal. Tunggu saja tanggal mainnya ya dan mohon doanya…

Kamis, 24 September 2009

Era Berekspresi Digital di Indonesia ICT Awards 2009

Postingan mengenai berita Indonesia ICT Awards 2009 seharusnya saya publish bulan Agustus lalu. Tapi berhubung kesibukan saya yang tak terelakkan terpaksa baru kali ini saya posting. Selamat menikmati liputannya ya! Semoga tahun depan teman-teman dunia digital kreatif bisa turut serta meramaikan Indonesia ICT Awards 2010! Hidup Dunia Digital Kreatif Indonesia!

Puncak kompetisi Indonesia ICT Awards 2009 telah sukses digelar 28- 29 Juli 2009 lalu di Jakarta Convention Center. Indonesia ICT Awards 2009 berhasil menjaring nominasi-nominasi terbaik dan kreatif dari seluruh para penggiat teknologi informasi & komunikasi di tanah air. Sesuai dengan tema tahun ini “Digital Creative for Nation Building & Creative Generation for Creative Economy” dipersembahkan untuk kemajuan teknologi informasi & komunikasi di tanah air melalui kreatifitas digital para generasi muda Indonesia. Acara yang didukung sepenuhnya oleh Departemen Komunikasi & Informatika ( Depkominfo) memperlombakan setidaknya 14 Kategori yaitu : Kategori e-Government, Kategori e-Business-Enterpises, Kategori e-Business-KUKM,e-Learning, Kategori Digital Animation, Digital Interactive Media, Kategori Computer General Imaginery, Kategori Tools & Infrastructure, Kategori Research & Development, Open Source System, Kategori Student Project-SD, Kategori Student Project-SMP, Kategori Student Project-SMA, dan Kategori Student Project-University.

Masyarakat umum sendiri dapat melihat langsung karya kreatif anak bangsa ini di masing-masing stand pameran. Pengunjung pameran yang datang tak henti-hentinya berdecak kagum akan kejeniusan para generasi muda Indonesia dalam menghadirkan inovasi teknologi. Apalagi saat tiba di Lower Lobby Jakarta Convention Center pengunjung dapat menonton gratis film-film animasi pendek buatan generasi muda Indonesia. Salah satu tokoh film animasi yang cukup menarik perhatian adalah super hero bernama Hebring yang punya hobi makan bakso.

Selama dua hari di Indonesia ICT Awards 2009 juga menyelenggarakan Konferensi INAICTA 2009 bertema "DIGITAL CREATIVE FOR NATION BUILDING" yang menghadirkan tokoh-tokoh penting dunia teknologi informasi & komunikasi tanah air. Selain itu acara-acara workshop seputar dunia teknologi kreatif juga meramaikan rangkaian acara Indonesia ICT Awards 2009. Dihari pertama saja (28/07/09) digelar Workshop Blog: Ranjau-ranjau Dunia Blog, Workshop Robot: Robot for Kids, Workshop Blog: Ranjau-ranjau Facebook, Workshop OSS Game Online: Membuat Game 3D dengan Engine Game AngelLite dan DJUS II - Karya Digital Nasional di Level Internasional. Sedangkan hari kedua (29/07/09) tidak kalah seru menghadirkan Workshop Animasi: Meraih Mimpi dan Workshop Komik Digital Indonesia. Workshop-workshop yang diadakan di Indonesia ICT Awards 2009 kali ini dipenuhi oleh para mahasiswa

Dengan diadakannya acara Indonesia ICT Awards oleh Depkominfo setiap tahunnya jelas merupakan angin segar bagi insan-insan kreatif tanah air untuk terus berdenyut menghasilkan karya-karya bermanfaat bagi kemajuan IT di Indonesia. (Foto@Workshop Animasi:Dok.Fitta A.)


Minggu, 26 Juli 2009

Dunia Online : Wilayah Letupan dan Cipratan Pengetahuan Tanpa Batas!

Rasa antusias saya dengan dunia online atau dunia internet bisa diibaratkan seperti ahli perbintangan yang menemukan rasi bintang baru. Begitu menakjubkan dan penuh petualangan. Apalagi saya mengenal dekat internet di saat masih kelas 2 SMA di tahun 2000. Di satu masa remaja dimana masih sangat penuh rasa ingin tahu tingkat tinggi. Ditambah lagi dengan sifat saya yang memang sok tahu dan selalu berusaha menjadi orang pertama yang tahu berita. Kedatangan internet bagi saya jelas menjelma menjadi sebuah wilayah penuh letupan dan cipratan pengetahuan tanpa batas. Saat itu saya sudah mempunyai prediksi bahwa dimasa depan internet akan menjadi satu hal yang sangat fenomenal bagi seluruh umat manusia! Itulah sebabnya saya harus menguasai internet! Harus! Harus!

Sebelumnya saat saya masih di SMP pernah mendengar istilah internet dari kakak laki-laki saya. Dia bilang bahwa dengan internet kita bisa mencari informasi apa saja
, terutama tentang grup-grup musik luar negri (kebetulan kakak saya penggemar The Cure). Saya hanya terbengong-bengong. Masa sih? Ah, saya rasa kakak saya itu sedang tidak waras. Ya, sampai satu waktu tagihan telepon rumah pun meroket karena ulah kakak laki-laki saya bereksperimen dengan yang namanya “internet”. Orangtua saya pun langsung mengeluarkan ultimatum “KATAKAN TIDAK UNTUK INTERNET! MUAHAL TAU!!!”. Begitulah kira-kira bunyi gertakan mereka.


Go Internasional Lewat Chatting

Teman sekelas saya kebetulan sudah ada yang lebih dulu terjun ke dunia internet. Jadi saya tidak usah susah-susah mencari guru pembimbing untuk mengajari saya berselancar di dunia baru ini. Teman saya ini boleh dibilang termasuk berhasil memprovokasi saya untuk berinternet ria karena teman sekelas saya lainnya tidak begitu tertarik dengan kedatangan internet. Mereka sepertinya cuek-cuek saja.
Teman saya yang sudah aktif lebih dulu ini banyak bercerita bahwa di internet dia bertemu banyak orang-orang asing dari luar negri mulai dari Eropa, Amerika sampai Australia. Wow, rupanya hanya dengan terhubung dengan internet bisa bertemu bermacam-macam orang dari luar negri pikirku. Keren! Langsung dengan semangat 45 saya pun memberanikan diri untuk tercebur di MIRC salah satu penyedia layanan chatting/ngobrol internasional. Menurut saya chatting di
MIRC cukup menyenangkan karena selain bisa bertemu orang dari negara lain dan mengenal kebiasaan mereka, saya juga bisa sambil les bahasa Inggris gratis ha..ha..ha. Walau saya agak sebal kalau harus menyebutkan kembali age sex location atau biasa disingkat “asl” pada orang-orang baru yang bertanya tentang “asl” saya.

Pengalaman paling membekas adalah saat chatting dengan orang dari Cina melalui salah satu website pertemanan online. Si teman dari Cina ini mendadak judes ketika tahu saya berasal dari Indonesia. Mau tahu penyebabnya? Karena menurutnya orang Indonesia sangat tidak berperikemanusiaan karena telah menjarah harta benda orang-orang etnis Cina dan juga tega membunuh o
rang-orang etnis Cina saat terjadi kerusuhan tahun 1998 lalu. Saya sendiri terkaget-kaget karena tidak menyadari bahwa berita kerusuhan tahun 1998 telah menyebar begitu luas dan mempengaruhi pandangan orang luar terutama orang yang berasal dari negara Cina. Saya pun menjelaskan padanya bahwa kerusuhan tahun 1998 telah ditunggangi oleh oknum-oknum yang ingin menghancurkan Indonesia. Orang-orang Indonesia tidak sekeji yang mereka pikirkan.
Selain itu juga ada kisah yang cukup menggelitik karena ternyata banyak orang luar negri yang tidak tahu Indonesia. Kok bisa ya pikir saya apakah mereka (orang luar) tidak pernah melihat peta?
Pernah juga ada orang luar yang menganggap Bali itu sebuah negara. Weleh..weleh..benar-benar gawat. Tapi saya rasa ada hikmah dibalik ketidaktahuan mereka karena saya bisa belajar menjadi duta Indonesia dan memperkenalkan kepada mereka tentang Indonesia.

Serba Gratisan Di Internet

Nah ini dia yang menjadi salah satu alasan saya cinta banget dengan internet sampai detik ini. Pada awalnya saya cuma minta dikirimkan free copy/contoh gratis dari sebuah penerbit media terkenal Inggris, Guardian. Ternyata dalam beberapa bulan saya dikirimi berbagai jenis postcard, newsletter dan koran dari Guardian. Saya terharu karena saya pikir mereka pasti tidak akan mengirimkannya ke Indonesia. Tapi ternyata saya salah, kiriman dari Negara Inggris bisa juga masuk ke Bekasi Indonesia. Asyiknya lagi mereka mengirimkan free copy tidak hanya sekali tapi sampai sekitar lima kali di bulan berikut-berikutnya. Namun sayang kemudian mereka tidak lagi mengirimkan free copy karena mungkin mereka tahu saya tidak akan berlangganan Guardian. Selain Guardian saya juga pernah meminta dikirimkan free copy majalah dari BBC namun BBC baru mengirimkan sekali. Walau begitu setidaknya koleksi media cetak berbahasa Inggris saya pun bertambah tanpa harus susah-susah datang ke Inggris sana.

Selain itu saya juga hobi sekali menjawab kuis yang disiarkan VOA (Voice of America) di televisi dan mengirimkan jawabannya via e-mail. Hasilnya, saya pernah mendapatkan perangko edisi khusus menyambut Idul Fitri yang diedarkan pertama kalinya di Amerika Serikat bertuliskan “Eid Mubarak”. Selain itu saya juga sering mendapatkan kalender dari VOA (Voice of America).
Well,Masih banyak lagi kisah serba gratisan yang saya dapatkan dari internet.


Dan pada akhirnya tinggal pintar-pintar kita saja memaksimalkan keberadaan internet dan memilih mana yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia. So don’t worry , let’s go online!!!


Sabtu, 20 Juni 2009

Proyek Jangka Panjang Membuat Edugames

Semenjak mengenal pembuatan animasi di mata kuliah Animasi Flash 2 tahun lalu saya mempunyai rencana membuat animasi flash untuk edukasi. Namun kala itu saya masih kurang sensitif mengenai format games edukasi seperti apa yang dibutuhkan. Sekarang setelah melakukan penelitian dan pengamatan saya berencana membangun edugames untuk anak-anak dalam mengenalkan bahasa Inggris sejak dini. Selanjutnya saya akan mencoba membuat edugames untuk mengenalkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab. Untuk saat ini saya ingin fokus dulu ke Bahasa Inggris. Menurut saya ini adalah proyek jangka panjang yang sangat menantang !!! Yap, dengan hadirnya edugames yang atraktif aktivitas belajar siswapun menjadi lebih menyenangkan!


Bagi kalian yang ingin mencoba membuat proyek edugames versi sendiri bisa simak tips-tips saya berikut ini:

1. Lakukanlah penelitian secara cermat kira-kira subyek pelajaran apa yang bisa dibuat menjadi edugames yang menarik. Kalian bisa menanyakan langsung ke adik-adik sekolah atau guru-guru sekolah dan membaca buku-buku pelajaran. Selain itu media internetpun bisa menjadi sumber penelitian yang sangat-sangat membantu.

2. Mulailah menyusun rencana tertulis di kertas dan mencatat kira-kira materi apa saja yang dibutuhkan. Contohnya pada saat saya membuat Flash untuk Alphabet dibawah ini saya membutuhkan daftar kata bahasa Inggris,format suara bahasa Inggris dalam mp3 ( disini saya merekam suara saya sendiri hihihi), gambar yang terkait dengan materi pelajaran (saya menggambar sendiri di M. Freehand loh!).

3. Setelah itu kita bisa mulai merealisasikan ide di Macromedia Flash. Bagi yang belum paham ilmu Flash dasar bisa bertanya kepada ahlinya atau belajar secara otodidak dari sumber Flash di Internet.


Nah,berikut ini adalah salah satu contoh Flash yang berhasil saya buat. Maaf kalau hanya alphabet A, B dan C saja yang saya upload karena sisanya memang tidak dipublikasi untuk umum. Oke selamat berkarya!

Oya saya juga sedang mencoba buat digital storytelling dimana sebuah cerita dengan durasi sangat singkat disajikan dalam bentuk animasi. Tunggu saja ya...





Minggu, 31 Mei 2009

Serunya Workshop Free Drawing (Bagian Dua)

Setelah seminggu yang lalu saya berhasil menggambar aneka bentuk rupa pohon & daun yang ada di sekitar GOR Bekasi dengan pensil, tibalah saatnya saya mulai bereksperimen menggunakan tinta bak dan kuas. Hei, tapi apakah tinta bak itu ya? Tinta bak biasa dikenal dengan nama tinta stempel. Tinta bak ukuran kecil dijual Rp 3000 saja perbotolnya dan mudah didapat di toko buku terdekat. Tinta bak juga bisa dipakai untuk menulis tulisan kaligrafi Arab maupun Cina.

Obyek gambar yang saya gambar kali ini masih sama seperti seminggu lalu yaitu “Pohon”. Saya pribadi sih senang-senang saja disuruh menggambar pohon mengingat pohon memang sangat indah untuk dilukis. Tapi saya berusaha mencari pohon berkarakter yang bisa digambar dengan bagus.

Teknik menggambar kali ini memang terasa berbeda karena langsung menggunakan tinta bak, kuas dan juga lidi untuk menggambar. Penggunaan lidi sebagai pengganti kuas sementara untuk menggambar menghasilkan efek-efek goresan tinta yang tak terduga. Hasilnya gambar yang saya buatpun jadi lebih hidup dan berkarakter. Tidak percaya?
Oke, yuk kita coba perhatikan dua gambar berikut ini.


Gambar pertama adalah gambar yang saya buat manual menggunakan tinta bak dan lidi. Perhatikanlah bahwa warna hitam pekat dari tintalah yang membuat gambar terlihat begitu berbeda dibanding bila hanya digambar menggunakan pensil. Lalu perhatikan gambar kedua yang berwarna nuansa ungu yang merupakan gambar hasil editan di Photoshop. So funtastic right? Pada saat di Photoshop saya mencoba menambahkan gambar dengan warna ungu tipis plus warna gradien pelangi kemudian saya tambah dengan efek "Plastic Wrap” dan efek “Fresco”. Hasil akhirnya menurut saya sangat-sangat misterius ( hehehe saya agak bingung harus menyebutnya apa karena saya rasa kata “indah” saja tidak cukup).

Sekilas Dibalik Proses Kreatif Para Desainer Sampul Buku



Dalam dunia penerbitan orang yang bertanggung jawab dalam mendesain sampul buku adalah para desainer sampul buku. Para desainer inilah yang menjadikan buku menarik secara visual sehingga mampu membuat mata para pembeli melirik lalu membeli buku tersebut. Walau untuk beberapa orang masih menganggap bahwa isi bukulah yang penting dibanding sampulnya. Tapi mengingat pada saat ini adalah era " You Can Judge Book By It Cover" dan di toko buku sendiri terdapat ribuan buku yang dipajang mau tidak mau penerbit harus berpikir kreatif agar produknya lebih "terlihat" diantara produk buku yang lain melalui tampilan sampul buku/cover yang menarik .

Para desainer sampul-lah yang berada dibalik pembuatan sampul buku ini. Tugas
para desainer sampul tidak jauh beda seperti desainer yang mendesain baju atau mendesain kemasan produk kecantikan hanya beda di medianya saja yaitu buku. Bagi seorang pelukis misalnya kanvas adalah media untuk mencurahkan segala cipta, rasa dan karsa sedangkan bagi para desainer sampul buku, media buku adalah kanvas mereka. Kinipun dengan kemajuan teknologi digital telah banyak desainer sampul modern berhasil memperindah ilustrasi lukisan bukunya dengan tambahan sentuhan digital.

Jelaslah bahwa persyaratan menjadi seorang desainer sampul buku tidak cukup hanya menguasai teknik desain dengan komputer tapi juga harus bisa menggambar secara manual serta mau bereksperimen dengan banyak media supaya bisa menghasilkan suatu inovasi bernilai seni tinggi. Dan seorang desainer dibidang apapun ia harus mempunyai sense of art dan kepekaan akan perubahan disekitarnya. Untuk itu seorang desainer haruslah banyak membaca buku, tidak hanya buku-buku desain saja tapi juga buku-buku politik, buku-buku religi sampai buku-buku sastra. Terakhir, seorang desainer haruslah berpikiran terbuka dan bila ada karya desainer lain yang lebih bagus ia mau mengakui kelebihan karya orang lain tersebut.

Pada umumnya pendidikan para pendesain sampul buku adalah lulusan SMT Grafika atau lulusan sekolah desain grafis. Karena biasanya lewat jalur pendidikan ini para calon desainer diberi pengetahuan tentang tipografi, kualitas ilustrasi, kualitas foto, komposisi dan proses cetak.

Salah satu desainer sampul buku yang cukup terkenal di Indonesia adalah Rully Susanto yang sekarang bekerja untuk Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Sampai saat ini Rully Susanto sudah mendesain lebih dari 200 sampul buku dalam waktu 9 tahun bekerja. Jika kita memperhatikan desain sampul yang ia buat selama ini memang selalu berbeda. Dalam sebuah artikel di MataBaca edisi November 2005 lalu, Rully Susanto mengatakan bahwa ia adalah tipe pembosan dan karena itulah setiap desain sampul yang ia buat sama sekali tidak ada benang merahnya.

Proses yang ia lakukan dalam membuat sampul buku terbilang cukup unik karena ia menyertakan eksperimen ajaib dalam proses kreatifnya. Contohnya saja saat ia mengerjakan sampul buku berjudul “Gempa Waktu” karya Kurt Vonnegut dengan inovasi gambar lilin yang kemudian dipindahkan dalam fotografi. Lalu tidak kalah jeniusnya saat ia mengerjakan desain sampul untuk novel Remy Sylado berjudul “Kerudung Merah Kirmizi” dimana ia mengerudungkan bola kaca lampu dengan kerudung merah. Selanjutnya berkat sentuhan komputer hasil akhir sampul buku tersebut terlihat sangat fantastis.
Sampul buku lainnya yang dia kerjakan adalah sampul buku kumpulan puisi Joko Pinurbo berjudul “Telepon Genggam”. Desain sampul buku yang ia buat sangat minimalis dengan warna dominan hitam ditambah dengan ilustrasi tangan yang memegang handphone.

Perancang desain sampul lainnya adalah Muhammad Taufik atau biasa dipanggil EmTe. EmTe telah membuat berbagai desain sampul untuk buku terbitan Gramedia dan salah satunya adalah novel karya Clara Ng berjudul “Dimsum Terakhir”. Berkat keahliannya banyak pihak memberikan pujian pada keindahan sampul novel “Dimsum Terakhir”. Desain sampul yang ia buat sangat mewakili isi novel tersebut yang mengisahkan tentang kehidupan empat wanita bersaudara keturunan Tionghoa di Jakarta. Pada sampul novel tersebut EmTe memberi latar warna merah beserta gambar naga simbol khas budaya etnis Tionghoa.

Dua desainer sampul buku ini mengakui bahwa unsur isi buku turut pula terlibat dalam proses kreatif yang dilalui oleh seorang desainer sampul buku. Untuk memenuhi hal ini para desainer sebelumnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan si penulis buku tentang isi buku tersebut. Setelah itu desainer bisa mulai menambahkan kreasinya dan banyak melakukan ekplorasi. Proses selanjutnya adalah pengerjaan dengan program desain di komputer yang membutuhkan ketekunan dan ketelitian. Para desainer sampul buku juga dituntut untuk jeli dalam memadukan keserasian tata letak serta keserasian warna demi menghasilkan sampul buku yang diinginkan.


Kamis, 07 Mei 2009

Terpesona Free Drawing Workshop



Seminggu lalu saya berkesempatan belajar menggambar bersama mbak Annisa Anwar founder Art Learning Center di area terbuka GOR Bekasi. Di pertemuan pertama ini saya belajar mengarsir dari tekanan tipis sampai super tebal. Sesi mengarsir ini bisa saya lalui dengan sangat mudah ( ya iyalah jeng ). Selanjutnya saya menggambar sebanyak-banyaknya bentuk tekstur. Saya sempat bingung membedakan antara tekstur dengan motif/pola. Kalau menurut penjelasan mbak Annisa tekstur itu belum tentu bentuk pola yang berulang sama,lalu mbak Annisa pun menunjukkan tekstur kayu yang mempunyai tekstur khas.

Setelah beres dengan bentuk tekstur mulailah saya berkeliling mencari bentuk daun-daun bagus untuk digambar sesuai permintaan mbak Annisa agar saya menggambar 10 bentuk daun. “Siiip deh!!!”. Asyik juga ya ternyata menggambar daun. Saya menjadi lebih tahu lagi bahwa bentuk dedaunan tiap pohon itu unik-unik. Salah satu bentuk daun yang cukup unik adalah daun yang saya temukan di dekat kolam Monumen Perjuangan. Pinggiran daunnya bergelombang dan berwarna merah hanya dibagian pinggir saja loh. Bentuk cabang-cabang daunnya juga terlihat sangat jelas.

Selesai menggambar bentuk-bentuk daun dilanjutkan dengan menggambar pohon yang ada di sekitar. Hanya pohon Pakis tinggi menjulang yang saya kenal sedangkan pohon-pohon lain saya tidak kenal. Akhirnya saya memutuskan menggambar pohon Pakis dan sebuah pohon rimbun disebelah kiri saya. Wuiih…ternyata ribet juga ya menggambar pohon apalagi untuk bentuk cabang dan daun-daun rimbunnya. Tapi alhamdulillah selesai juga toh dan hasil gambarnya juga bagus. Ah senangnya, saya jadi ingin menggambar lagi. Tapi sayang matahari sudah meninggi dan udara mulai terasa panas. Saatnya mengakhiri pertemuan nih. Terima kasih buat mbak Annisa yang sudah datang jauh-jauh menemui murid barunya ini. See You next week….

Senin, 20 April 2009

FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BASIC SKILL

Sudah lama saya mencari komunitas menggambar di Bekasi dan pernah terbesit untuk membuat komunitas sendiri ( terlalu pede qeqeqe) eh ternyata oh ternyata setelah baca di milis belajardesain ada juga komunitas menggambar di Bekasi. Asiiik...Berikut ini infonya:

FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BASIC SKILL
GRATIS WORKSHOP MENGGAMBAR - KEMAMPUAN DASAR

Bosan Workshop dalam RUANGAN?
Bosan Menggambar dalam RUANGAN?
Malu Menggambar di luar RUANGAN jika sendiri?
Merasa tidak mempunyai BAKAT menggambar?

Setiap orang mempunyai kemampuan menggambar. Menggambar bukan aktivitas monopoli
anak kecil saja. Orang dewasa pun mempunyai kemampuan untuk belajar menggambar.
Menggambar tidak perlu bakat. Apakah kita mempunyai bakat untuk menulis dan membaca?
Kita bisa Menulis dan Membaca karena diajarkan di sekolah.

MENGAPA BELAJAR MENGGAMBAR PENTING?

Karena kita semua mempunyai kecerdasan visual, bukankah sebelum belajar bicara pada saat bayi, kita belajar untuk mengenal keluarga dan benda-benda yang ada di sekitar kita.
Semenjak kecil kita dituntut untuk biasa menggunakan kecerdasan verbal (seperti menulis,membaca teks) maka kecerdasan visual kita tidak berkembang karena tidak dibiasakan dan diasah semenjak dari kecil.
Bayangkan jika kita memaksimalkan potensi yang ada di otak kita.
Jadi jangan ragu lagi untuk mengembangkan kecerdasan visual kita!!!

Sebagai awal untuk menyebarkan BUDAYA BERPIKIR VISUAL agar semua orang memaksimalkan
KECERDASAN VISUALNYA.

Art Learning Center mulai tanggal 2-24 MEI 2009 mengadakan FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR
ACTIVITY) dilaksanakan 8x pertemuan

Semua kegiatan workshop dilakukan di luar ruangan, di tempat yang sesuai - PUBLIC AREA dan
tidak mengganggu kegiatan orang lain.
Dan selama kegiatan tidak dipungut BIAYA.

Mengapa kegiatan menggambar dilakukan di luar ruangan?

Karena RUANGAN adalah tempat kita dibatasi dengan sekat-sekat atau dinding sehingga membatasi pandangan kita. Karena itu kegiatan menggambar sebaiknya dilakukan di luar ruangan. Agar kita mempunyai pandangan yang lebih luas dan perspekif yang berbeda.
Dan membiasakan kita untuk berani menggambar di luar jika sendiri, karena terkadang sebagian dari kita merasa tidak nyaman jika menggambar di jalan, di taman dan sebagainya jika sendiri.

Pengajarnya ya.... saya sendiri Anissa Anwar, pernah mencicipi menjadi asisten dosen di Seni Rupa ITB, sekarang aktif menulis buku dan blog untuk menyebarkan budaya berpikir visual.

Ingin ikutan???

Workshop dibagi dalam 2 Grup setiap grup max 15 peserta.
Selama 1 bulan 8x pertemuan

Pelaksanaan Workshop diadakan :

WAKTU
Hari : Setiap Sabtu dan Minggu
Tanggal : 2, 3, 9, 10, 16, 17, 23, 24 MEI 2009
Jam : Grup 1 Jam 08.00-10.00 dan Grup 2 Jam 14.30-16.30
TEMPAT : LAPANGAN / TAMAN GOR BEKASI

Cara mendaftarkan diri kegiatan FREE DRAWING WORKSHOP (OUTDOOR ACTIVITY) - BACIC SKILL dapat dilihat di http://www.artlearningcenter.blogspot.com, klik WORKSHOP MENGGAMBAR.
Kemudian baca SYARAT PESERTA dan JADWAL KEGIATAN WORKSHOP. Ditunggu, ya, paling lambat pendaftarannya tanggal 29 April 2009.

Buruan daftar karena TERBATAS hanya
max.30 peserta.

Anissa Anwar
Founder Art Learning Center
Menyebarkan Budaya Berpikir Visual
Telp : (021)96369097- 97113264

Jumat, 17 April 2009

Free IT Seminar


Judulnya memang Free IT Seminar,tapiiii harus beli buku terbitan Elex Media dulu ( Jangan terkecoh ya! Baca pengumumannya dengan teliti hehehe ). Kalau teman-teman bisa datang ke 2 seminar ini mohon sharing liputannya ya!

Free* IT Seminar - April 2009
EXCEL UNTUK BISNIS ANDA (JOHAR ARIFIN )
& FROM NOTHING TO SOMETHING WITH COREL X4 ( ANDISUCIADI )


Hari : Jumat, 24 April , 2009
Pukul : 09.00WIB - 16.00 WIB
Tempat : Ged. Kompas Gramedia Lt. 7
Palmerat Barat 29 - 37, Jakarta
Untuk Informasi hubungi: 021-53650110

Rabu, 08 April 2009

Ikut Lomba Desain Logo (Lagi!)

Bulan Januari lalu saya membaca pengumuman lomba logo Pembaca Milis Asma Nadia dan sebagai maniak lomba kreatif (kadang sering menang tapi kadang juga sering gak menangnya) kesempatan ini cukup bagus untuk melatih ketajaman otak visual saya. Kebetulan saya punya cukup waktu untuk menggambar. Tapi sayangnya sampai detik ini tiada kabar berita atas pengumuman akhir lomba logo ini. Bagi teman-teman yang mau lihat apa yang saya gambar di lomba logo kali ini silahkan (tapi cuma satu logo yang saya publish).


Selasa, 31 Maret 2009

Header Bergerak ( Seharusnya...)


Honestly,header di blog ini dibuat dalam format GIF karena saya ingin ada animasi bergerak dalam desain bunga-bunga cantik itu. Tapi entah mengapa setelah di upload dalam bentuk header menjadi diam? Saya pun mencoba mengupload gambar ke dalam postingan blog dan melihat apakah format GIF animasi ini akan bergerak ? Let see...Oh no,ternyata tetap diam tak bergerak. Please somebody out there help me to solve this problem,

Selasa, 17 Maret 2009

Menikmati Kerajinan ”Little Things”


Sekitar sebulan lalu saya menemukan sebuah toko unik bernama ”Little Things” di lantai 2 Plaza Semanggi/Plangi Jakarta. Dari nama tokonya ”Little Things” bisa ditebak pasti yang dijual adalah barang-barang ukuran mini yang cuma cocok dipakai liliput. Sebelumnya saya pernah melihat kerajinan mini dari clay/tanah liat ini di sebuah acara televisi. Dari luar toko saya mengamati sebuah miniatur warung lengkap dengan isinya (ada makanan kecil,coca cola,aqua dll) dipajang untuk menarik perhatian pengunjung. Lucunya harga untuk miniatur aqua botol sekeratnya dihargai Rp 60.000 (???).

Tapi tetap saya tergoda untuk masuk. Di ruangan dalam toko yang terbilang sangat mungil tersedia meja untuk membuat kerajinan barang-barang mini ini. Kebetulan juga ada yang sedang kursus membuat kucing menggunakan clay/tanah liat warna kuning. Ah,saya jadi ingin mencoba. Saya lekas mengambil brosur dan membaca rincian biaya kursus clay untuk membuat bermacam-macam boneka, roti/kue tart, buah/sayuran, daging, bunga, ice cream, makanan jepang dll.

Di brosur itu tertera Paket Dasar : 1 kali pertemuan ( 1 ½ jam@Rp 55.000,- ) dan 4 kali pertemuan ( 4jam@Rp 125.000 ) ummm...lumayanlah kalau mau ambil yang 4 kali pertemuan. Tapi sayang saya belum ada waktu untuk mondar mandir Bekasi-Plaza Semanggi. Seandainya si pemilik toko ( ini toko punya Mrs. Ferry Salim ) mau membuka cabang di Bekasi. Buat yang tertarik bisa lihat-lihat dulu di www.littlethingsminiature.com.


Kamis, 26 Februari 2009

Pemanfaatan Teknologi Informasi Bagi Dunia Perpustakaan


Sebagai pengunjung setia perpustakaan saya ingin perpustakaan di Indonesia lebih meningkatkan pelayanannya. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi seharusnya pelayanan perpustakaan lebih maju & modern. Berikut ini saran-saran saya bagi kemajuan perpustakaan Indonesia:

1. Pengelolaan website perpustakaan yang rapi dan fungsional.
- Rapi disini maksudnya bisa dalam segi tata layout website yang menarik, simple dan nyaman dilihat mata. Selain itu juga rapi dalam segi pendataan katalog online agar pemustaka semakin mudah mencari buku yang dibutuhkan sehingga tidak lagi seperti mencari jarum dalam jerami.
Untuk itulah perlunya pengkategorian berdasarkan suatu yang lebih spesifik lagi dan bisa merinci lagi kategori buku-buku pustaka yang diperuntuk bagi Anak-anak, Remaja, Dewasa, Pria dan Wanita. Selain itu bisa juga merinci kategori berdasarkan pekerjaan misalnya seorang yang mempunyai pekerjaan sebagai perancang grafis/graphic designer pastinya membutuhkan informasi buku seputar desain grafis dan perkembangannya. Salah satu website yang bisa dijadikan bahan acuan akan kemudahannya dalam sistem pencarian pustaka berdasarkan kategori-kategori adalah pada website National Library Board Singapore yang bisa diakses di www.nlb.gov.sg.
- Fungsional maksudnya disini setiap tautan/link pada website benar- benar dapat berfungsi dengan baik dan bisa diakses dengan cepat.

2. Pada website Perpustakaan perlu juga ditampilkan layanan podcast (yang berisi rekaman suara dengan format mp3) ataupun video yang berkaitan dengan kegiatan perpustakaan seperti acara training dunia perpustakaan, bedah buku, temu tokoh sastrawan atau berita acara kegiatan Perpustakaan lainnya.

3. Melakukan digitalisasi dokumen dengan format file yang biasa dipakai yaitu pdf dan jpg lalu menampilkannya pada website. Kemudian bisa dibuatkan pilihan bagi anggota perpustakaan diperbolehkan mengakses keseluruhan halaman dokumen sedangkan bagi yang bukan anggota hanya bisa melihat 1-2 halaman depan saja. Manfaat lain dari tersedianya data digital yaitu pemustaka tidak perlu lagi memfotokopi bahan yang dibutuhkan sehingga lebih menghemat waktu.

4. Setiap anggota perpustakaan mempunyai kunci akses/account yang memiliki user name dan password yang hanya bisa diakses oleh anggota sendiri. Didalamnya terdapat informasi mengenai daftar peminjaman buku yang sudah dipinjamnya dan bisa pula melihat siapa anggota perpustakaan yang sedang meminjam buku yang dicarinya. Selain itu account ini juga bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sesama anggota lainnya ataupun dengan pustakawan secara online layaknya seperti layanan di Yahoo Messenger.

5. Perpustakaan perlu membuat buku panduan mengenai A-Z Perpustakaan dalam bentuk digital dengan tampilan yang interaktif agar orang-orang awam yang belum pernah ke Perpustakaan mau berkunjung dan bagi yang sudah berkunjung dapat lebih mengetahui lagi ada fasilitas apa saja di Perpustakaan tersebut.

6. Perpustakaan juga perlu membuat DVD khusus yang berisi daftar katalog yang diperbaharui setahun sekali agar pemustaka bisa melihatnya dirumah. Disediakan pula DVD khusus yang berisi kategori bahan pustaka yang pemustaka minati misalnya tentang ”Internet” maka isi DVD hanya berisi katalog buku-buku yang terkait dengan ”Internet” disertai bonus buku elektronik/e-book, podcast dan video tentang ”Internet”.

7. Menyediakan kemudahan bagi pengguna mobile phone untuk bisa mengakses website Perpustakaan dan mendownload info yang dibutuhkan seperti buku elektronik /e-book.

8. Menyediakan fasilitas meminjam dari jarak jauh sehingga bagi yang tidak sempat mengisi kertas formulir peminjaman buku secara langsung di Perpustakaan dapat mengisinya secara online lewat website ataupun lewat fasilitas sms dari tempat kerja/ tempat aktivitasnya.

9. Perpustakaan bisa mengikat pemustaka dalam sebuah komunitas baik secara offline melalui pertemuan rutin maupun secara online melalui milis/mailing list.

10. Menyebarkan informasi seputar kegiatan Perpustakaan semisalnya acara seminar, bedah buku , bazaar dan lomba melalui milis dan sms.

11. Pustakawan perlu membuat blog untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat luas dan supaya pustakawan mengetahui perkembangan dunia maya khususnya yang terkait langsung dengan dunia perpustakaan.

Ima Soimah, Penggiat Taman Baca Mutiara Ilmu yang Terus Berjuang Untuk Pendidikan Anak Indonesia



Saya mengenal mbak Ima (nama panggilan beliau) sekitar tahun 2006 lalu di satu pelatihan yang diadakan FLP Bekasi. Sosoknya memang sederhana tapi wawasannya akan dunia pendidikan sangat luas. Mbak Ima selalu tampak bersemangat kalau sudah berbicara mengenai taman baca dan pendidikan anak (terbayang deh mimik mukanya yang ekspresif dan suara beliau yang nyaring).

Mbak Ima bisa dibilang sudah sangat identik dengan Taman Baca Mutiara Ilmu yang dikelola di tempat tinggalnya sendiri di perumahan Vila Nusa Indah Bogor. Rumah yang ditempati mbak Ima dan ibunya terbilang sangat mungil sehingga Taman Baca yang mengambil tempat dihalaman depan dan ruang tamu sudah sangat sesak dengan buku-buku. Akibatnya isi dalam rumah menjadi berantakan karena bercampur baurnya tumpukan buku, majalah, kardus dan barang-barang lain. Ah, seandainya ada sukarelawan yang mau memberikan tempat yang lebih luas untuk menampung koleksi buku-buku yang ada. Apalagi menjelang sore dan hari libur banyak anak-anak di lingkungan sekitar suka sekali datang ke Taman Baca Mutiara Ilmu untuk membaca.

Perjuangan mbak Ima mengelola Taman Baca Mutiara Ilmu saya bilang sudah sangat-sangat maksimal. Bayangkan dengan uang pribadi seadanya mbak Ima mendatangi penerbit-penerbit buku serta sponsor-sponsor lain demi kelangsungan hidup Taman Baca Mutiara Ilmu.

Satu waktu Mbak Ima bercerita bahwa pernah listrik di rumahnya hampir disegel PLN karena sudah menunggak beberapa bulan. Aduh, saat saya mendengar curhat mbak Ima rasanya miris banget deh. Saya pribadi belum bisa membantu banyak dan sejauh ini hanya membantu sebisanya saja. Kebetulan saat saya masih sangat aktif di FLP Bekasi 2006 lalu bersama teman-teman pernah menyumbangkan sajian acara Operet dalam rangka HUT Taman Baca Mutiara Ilmu. Saya juga pernah mencoba mendaftarkan Mbak Ima di XL Indonesia Berprestasi Awards 2008 tapi sayang beliau tidak masuk daftar nominasi. Padahal saya pikir beliau cukup memenuhi syarat dan kondisinya sangatlah membutuhkan bantuan maksimal untuk mengelola Taman Baca Mutiara Ilmu. Dan saya melihat sendiri dedikasi mbak Ima untuk dunia pendidikan sangatlah tinggi.

Ya, dengan susah payah mbak Ima membangun Taman Baca Mutiara Ilmu agar anak-anak dilingkungan sekitarnya tumbuh cerdas,kritis sehingga tidak mudah terkontaminasi virus televisi yang tidak mendidik. Setiap mbak Ima curhat tentang berbagai kegiatannya (mulai dari waktunya mengajar anak-anak jalanan, mencari dana, membuat silabus, membuat kegiatan lomba untuk Taman Baca, mengantarkan buku-buku ke kampung-kampung terpencil dengan ojek yang kesemuanya berkaitan dengan kepeduliannya pada pendidikan anak) seakan menyadarkan saya dan juga teman-teman yang tahu perjuangan beliau untuk semakin peduli pada kondisi pendidikan di sekitar kami. Saya sadar bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan yang baik.

Semangat juang tanpa lelah mbak Ima sangatlah menginspirasi saya.
Dan kalau saya mau berbicara tentang kisah perjuangan mbak Ima dan Taman Baca Mutiara Ilmu-nya rasanya sehari tidak cukup. Jadi bagi yang mau melihat profil Mbak Ima dan Taman Baca Mutiara Ilmu silahkan klik : www.mutiarailmu.multiply.com

Rencananya beliau juga akan menerbitkan buku tapi sepertinya masih dalam proses pengerjaan.
Saya pribadi mendoakan semoga mbak Ima selalu sehat & selalu diberikan kekuatan untuk terus memajukan Taman Baca Mutiara Ilmu. Amin.

Permainan Kreatif Untuk Sepupu-sepupu Tersayang


Menjelang hari libur biasanya saya sekeluarga kedatangan tamu-tamu lucu ( maksudnya sepupu-sepupu saya). Umur mereka sekitar 4 tahun (Rifki) dan 7 tahun (Intan,Faiq,Fadri). Ada sedikit kisah seru sebelum sepupu-sepupu saya lahir. Saya ingat banget dulu ketika akan berangkat kuliah selalu satu angkutan umum dengan anak-anak kecil yang mau berangkat sekolah. Saat memandangi wajah mungil mereka diam-diam dalam hati saya berkata ” Ah,Seandainya saya punya adik-adik kecil pasti rasanya senang banget,”. Dan mungkin keinginan saya itu didengar Allah SWT.
Sekitar tahun 2002 saudara-saudara saya yang sudah berkeluarga
(saudara dari pihak ibu kandung saya) dinyatakan positif hamil. Rentang waktu kehamilan saudara-saudara saya ini tidak berjauhan hanya beda beberapa bulan saja. Subhanallah. Waktu itu rasanya saya bahagiaaa sekali. Setahun kemudian keluarga besar saya pun kehadiran 3 anggota keluarga baru sekaligus! Allahu Akbar. Alhamdulillah mereka sehat-sehat.

Nah, kini setelah sepupu saya semua sudah cukup besar mereka suka sekali bermain di rumah keluarga saya (mungkin karena tempatnya cukup luas untuk lari-lari, banyak buku bacaan dan ada komputer). Setiap mereka datang saya suka sekali mengajak mereka untuk bermain sambil belajar.

Berikut ini beberapa kegiatan yang biasanya saya lakukan bersama sepupu-sepupu saya (kegiatan ini setidaknya bisa mengalihkan mereka dari aktivitas menonton tivi yg acaranya gak mutu/dari permainan video games):

1. Membacakan cerita dari majalah anak/ dari buku cerita anak.

Sepupu saya suka sekali dibacakan cerita apalagi jika dibawakan dengan wajah ekspresif .
2. Mengajak mereka menggambar.
Yap! Anak kecil dimanapun pasti suka banget kalo disuruh menggambar dan mewarnai. Jadi saya selalu menyediakan kertas dan pensil warna. Terkadang kami juga membuat permainan tebak gambar.

3. Membuat cerita berantai.

Buat sepupu yang sudah bisa menulis dan membaca biasanya kami berkolaborasi membuat cerita. Contohnya kalimat pertama saya yang membuat lalu kalimat berikutnya sepupu saya yang melanjutkan.
4. Membuat mainan dari bahan-bahan yang sudah tak terpakai seperti dari koran bekas dan kertas bekas. Pernah satu kali kami membuat kotak donat & kotak kue dari koran. Lalu untuk bentuk donat & kuenya saya menyuruh sepupu saya yang menggambar & mewarnainya. Untuk permainan yang satu ini yang paling antusias
adalah Rifki. Wajahnya sangat bersemangat ketika mewarnai kue donatnya dan kue berbentuk bintang.
5. Membuat sandiwara boneka.
Dengan modal boneka yang ada dirumah, suara buatan dan daya imajinasi menghasilkan sandiwara boneka yang seru dan menghibur.

6. Bermain menggunakan media komputer.
Sebelum memiliki software edugames saya hanya memperkenalkan program PAINT yang ada di Windows untuk menggambar. Sekarang saya mendampingi sepupu saya yang berumur 7 tahun bermain dengan program Edugames SEBRAN ( disini sepupu saya bisa belajar penambahan, perkalian, mencocokkan gambar dalam bahasa Inggris dan tebak huruf), lalu untuk sepupu saya yang masih 4 tahun saya ajak bermain mewarnai dengan program ”Color The Animal”.

Terkadang sebelumnya saya selingi dengan lagu-lagu anak berbahasa Inggris lengkap dengan animasi yang lucu (saya download dari http://www.britishcouncil.org/kids-songs.htm)
So, banyak kegiatan menyenangkan & mendidik yang bisa dieksplorasi lagi dengan memanfaatkan hari libur mereka. Sehingga hari libur tidak harus jalan-jalan ke Mol donk!

Senin, 09 Februari 2009

Serunya Mengedit Foto Di Nokia N73


Sebagian manusia di bumi ini memang sedang gandrung-gandrungnya mengakses FaceBook melalui handphone pintarnya. Hey padahal ada fungsi menarik lain di handphone pintarmu yaitu Image Editor. Eits, tidak cuma bisa mengutak-atik foto diri sendiri tapi banyak obyek foto seru lainnya yang bisa diubah sedemikian rupa menjadi lebih impresif.

Salah satu contohnya adalah foto kucing berikut ini yang saya edit di handphone Nokia N73. Pada Image Editor saya pilih menu Edit lalu saya menambahkan art clip bentuk topi pada foto kucing ( Menu art clip menyediakan banyak pilihan gambar yang bisa dipakai seperti bentuk bunga, pita,dll). Kemudian saya pilih warna Sephia sehingga tampilan warna hitam putih lalu diberi efek film negatif. Sentuhan terakhir adalah memberi pilihan frame foto putih dengan efek cipratan dan mengetik tulisan “The Cat” pada foto. Gimana? Keren kan? Just Try It!

Senin, 12 Januari 2009

Meja Belajar Nyeni


D
irumah saya adalah anak yang hobi buanget baca dan ngoleksi sampah hehehe tapi sampahnya yang nyeni donk! Hasilnya bisa dilihat dari meja belajar saya yang tampil unik. Tidak terlalu sulit kok membuat meja belajar bak galeri seni. Oya Foto diatas adalah foto meja belajar saya waktu tahun 2007 lalu.

Untuk tempat menaruh alat tulis misalnya saya memakai mug kartun lucu walau tangkainya patah tapi gak kelihatan kan? Penutup kaca meja belajar bagian atas pun tidak saya biarkan polos begitu saja tapi saya tempel kalender yang motifnya nyeni (kalendernya saya dapat gratis dari VOA). Buku-buku saya tata rapi di meja belajar dan sampul bukunya rata-rata berwarna-warni agar tercipta suasana yang selalu cerah. Potongan kata-kata motivasi yang seru saya ambil dari majalah lalu saya tempel di meja belajar. Pose foto penuh senyuman bareng teman-teman kuliah saya taruh di tempat foto unik hadiah dari sebuah produk dan dibelakangnya saya taruh mouse pad warna pelangi yang terang.

Jadi, jangan biarkan meja belajar ataupun meja kerjamu terlihat biasa-biasa saja. Siapa tahu dengan tampilan meja belajar yang gak biasa ide-ide brilliant bisa bermunculan. Gak percaya? Coba saja! Gak rugi kok! Oya meja belajar yang nyeni bukan berarti berantakan ’n jorok ya ha ha ha. Untuk itu perlu ada yang namanya tempat sampah. Saya selalu menaruh tempat sampah warna merah jambu di dekat meja belajar supaya mudah kalo mau buang sampah kertas dll. Ayooo buat yang meja belajarnya masih amburadul lekas beberes dan jadikan meja belajarmu mahakarya unik di rumah!